Tujuan, Materi, Metode dan Langkah-langkah Memilih Materi & Strategi Pembelajaran
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
A. Tujuan Pembelajaran Aqidah Akhlak
Tujuan pembelajaran Aqidah Akhlak dapat dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu menurut proses terbentuknya nilai dan menurut hasil pembelajaran.
Menurut prosesnya, Khalimi mengidentifikasikan tiga macam tujuan pembelajaran Aqidah Akhlak yaitu knowing, doing, dan being. Dalam pengajaran yang mengandung nilai dan keyakinan, seperti pendidikan aqidah akhlak, proses dari knowing dan doing dari doing ke being itu akan berjalan secara otomatis. Artinya, jika siswa telah mengetahui konsepnya, telah terampil melaksanakannya, secara otomatis ia akan melaksanakan konsep itu dalam kehidupannya. Nanti dalam kehidupannya, ia akan berupaya untuk menerapkan aspek aqidah dan akhlak dalam kehidupannya dengan baik.
Menurut hasil pembelajaran, maka tujuan pembelajaran aqidah akhlak adalah sebagai berikut:
1. Siswa mampu menjalankan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan anak.
2. Siswa mampu menunjukkan sikap jujur dan adil.
3. Siswa mampu mengenal keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dilingkungan sekitarnya.
4. Siswa mampu berkomunikasi secara satuan yang mencerminkan harkat dan martabatnya sebagai makhluk tuhan
6. Siswa mampu menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman dan manfaatkan waktu luang sesuai dengan tuntutan agamanya.
7. Siswa mampu menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap sesama manusia dan lingkungan sebagai makhluk ciptaan Tuhan.
B. Materi Pembelajaran Aqidah Akhlak
Materi pembelajaran merupakan informasi, alat dan teks yang diperlukan untuk perencanaan dan penelaah implementasi pembelajaran serta untuk membantu dalam kegiatan belajar mengajar di kelas sehingga disusun secara sistematis untuk menampilkan sosok yang utuh dari kompetensi yang akan dikuasai siswa dalam proses pembelajaran. Materi pembelajaran menempati posisi yang sangat penting dari keseluruhan kegiatan belajar mengajar, sehingga harus dipersiapkan agar pelaksanaan pembelajaran dapat mencapai sasaran yang sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Prinsip-prinsip yang dijadikan dasar dalam menentukan materi pembelajaran adalah:
1. Relevansi (kesesuaian)
Materi pembelajaran relevan dengan tujuan pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar. Misalkan jika kemampuan yang diharapkan dikuasai peserta didik berupa menghafal fakta, maka materi pembelajaran yang diajarkan harus berupa fakta, bukan konsep atau prinsip ataupun jenis materi lain.
2. Konsistensi (keajegan)
Materi pembelajaran konsisten dengan tujuan pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar. Misalkan jika kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik ada dua macam maka materi yang diajarkan harus juga meliputi dua macam. Materi tidak boleh terlalu sedikit dan tidak boleh terlalu banyak.
Selain prinsip-prinsip yang dijadikan dasar dalam menentukan materi pembelajaran, dalam pengembangan materi belajar guru harus mampu mengidentifikasikan dan mempertimbangkan hal-hal berikut:
• Potensi peserta didik meliputi potensi intelektual, emosional, spiritual, sosial dan potensi vokasional
• Relevansi dan karakteristik daerah.
• Relevansi kebutuhan peserta didik dan tuntunan lingkungan
• Tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial dan spiritual peserta didik
• Kebermanfaatan bagi peserta didik.
• Struktur keilmuan yang sesuai dengan materi pembelajaran suatu ilmu.
• Aktulaitas, kedalaman dan keluasan materi pembelajaran.
• Alokasi waktu
C. Metode Pembelajaran Aqidah Akhlak
Metode berasal dari dua perkataan, yaitu meta dan hodos. Meta berarti "melalui" dan hodos berarti "jalan" atau "cara." Dengan demikian metode dapat berarti cara atau jalan yang harus dilalui untuk mencapai suatu tujuan. Metode dalam pendidikan Islam diartikan sebagai suatu cara untuk memahami, menggali, dan mengembangkan ajaran Islam, sehingga terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Adapun metode pembelajaran yang biasa digunakan dalam pembelajaran mata pelajaran aqidah akhlak diantaranya:
1. Metode Ceramah
Metode ceramah adalah suatu metode dalam pendidikan dimana cara penyampaian materi kepada anak didik dengan jalan penerapan penuturan secara lisan untuk menjelaskan uraiannya, guru dapat menggunakan alat-alat bantu mengajar yang lain, misalnya gambar-gambar, peta, denah atau alat peraga lainnya.
2. Metode Tanya Jawab
Metode tanya jawab adalah suatu cara penyajian pelajaran bentuk pertanyaan yang perlu dijawab oleh siswa, penggunaan metode tanya jawab bermaksud memotivasi siswa untuk bertanya.
3. Metode Pemberian Tugas
Pemberian tugas adalah suatu pekerjaan yang harus siswa selesaikan tanpa terikat dengan tempat pemberian tugas belajar, biasanya dikaitkan dengan resitasi adalah suatu persoalan yang berhubungan dengan masalah pelaporan siswa sesudah setelah mereka selesai mengerjakan suatu tugas.
4. Metode Diskusi
Diskusi adalah memberikan alternatif jawaban untuk membantu menyelesaikan masalah dan metode ini merupakan bagian yang terpenting dalam menjelaskan sesuatu masalah. Serta membantu siswa untuk berpikir dan mengeluarkan pendapat sendiri. metode ini para peserta tidak hanya dilatih untuk membahas masalah, memecahkan persoalan melalui tukar pikiran dilatih juga teknik wawancara sistematis dan efektif dan analisa dari pembimbing akan membantu proses belajar para siswa.
5. Metode Latihan
Metode latihan adalah cara mengajar untuk menanamkan kebiasaan tertentu juga sebagai sarana untuk memelihara kebiasaan yang baik selain itu metode ini dapat digunakan untuk memperoleh suatu ketangkasan, ketetapan, kesempatan dan keterampilan.
6. Metode Pembiasaan
Menurut Abdullah Nasih Ulwan, “metode pembiasaan adalah cara atau upaya yang praktis dalam pembentukan (pembinaan) dan persiapan anak.” Dengan kata lain bahwa yang dimaksud metode pembiasaan adalah sebuah cara yang dipakai pendidik untuk membiasakan anak didik secara berulang-ulang sehingga menjadi kebiasaan yang sulit ditinggalkan dan akan terus terbawa sampai di hari tuanya.
D. Langkah - langkah memilih Materi pembelajaran dan strategi pembelajaran
Ibrahim dan Syaodih (2010:104) menjelaskan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih atau menetapkan materi pelajaran sebagai berikut:
1. Tujuan pengajaran.
Materi pelajaran hendaknya ditetapkan dengan mengacu pada tujuan-tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
2. Pentingnya bahan.
Materi pembelajaran yang diberikan merupakan bahan yang benar-benar penting, baik dilihat dari tujuan pembelajaran yang ingin dicapai maupun fungsinya untuk mempelajari bahan pembelajaran berikutnya.
3. Nilai praktis.
Materi pembelajaran yang dipilih hendaknya bermakna bagi siswa dalam arti mengandung nilai praktis atau bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari peserta didik.
4. Tingkat perkembangan peserta didik.
Kedalaman materi pembelajaran yang dipilih harusnya ditetapkan dengan memperhitungkan tingkat perkembangan berpikir peserta didik yang bersangkutan dalam hal ini biasanya dipertimbangkan dalam kurikulum sekolah yang bersangkutan.
5. Tata urutan.
Materi pembelajaran yang diberikan hendaknya ditata dalam urutan yang memudahkan dipelajarinya keseluruhan materi pembelajaran oleh peserta didik atau siswa.
Ada beberapa hal yang harus di pertimbangkan dalam pemilihan dan penetapan strategi pembelajaran menurut Hatim Riyanto yaitu:
1. Kesesuaian dengan tujuan instruksional yang akan dicapai.
2. Kesesuaian dengan bahan bidang studi yang terdiri dari aspek-aspek pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai.
3. Strategi pembelajaran itu mengandung seperangkat kegiatan pembelajaran yang mungkin mencakup penggunaan beberapa metode pengajaran yang relevan dengan tujuan dan materi pelajaran.
4. Kesesuaian dengan kemampuan profesional guru terutama dalam rangka pelaksanaannya di kelas.
5. Cukup waktu yang tersedia, karena erat kaitannya dengan waktu belajar dan banyaknya bahan yang harus disampaikan.
6. Kesediaan unsur penunjang, khususnya media instruksional yang relevan dan peralatan yang memadai.
7. Susana lingkungan dalam kelas dan lembaga pendidikan secara keseluruhan.
8. Jenis-jenis kegiatan yang serasi dengan kebutuhan dan minat siswa, karena erat kaitannya dengan tingkat motivasi belajar untuk mencapai tujuan intruksional.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Komentar
Posting Komentar