PENILAIAN DALAM PEMBELAJARAN AQIDAH AHLAQ MTs

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh


A. Jenis Penilaian

Melihat sangat pentingnya penilaian yang dilaksanakan dalam proses pembelajaran. Pelaksanaan penilaian hasil pembelajaran siswa sejalan dengan perkembangan kurikulum yang dipergunakan. Hal itu disebabkan penilaian merupakan salah satu komponen yang terkait langsung dengan kurikulum. Jenis penilaian pembelajaran  Aqidah Akhlaq di MTs yaitu Penilaian autentik sering digambarkan sebagai penilaian atas perkembangan peserta didik karena berfokus pada kemampuan mereka berkembang untuk belajar bagaimana belajar tentang subjek. Penilaian autentik harus menggambarkan sikap, keterampilan, dan pengetahuan apa yang sudah atau belum dimiliki oleh peserta didik, bagaimana mereka menerapkan pengetahuannya, dalam hal apa mereka sudah atau belum mampu menerapkan perolehan belajar, dan sebagainya. Atas dasar itu, guru dapat mengidentifikasi materi apa yang sudah layak dilanjutkan dan untuk materi apa pula kegiatan remidial harus dilakukan.

Pengertian Penilaian Autentik. Menurut Syafruddin dan Adrianto dalam bukunya mengemukakan bahwa serangakaian kegiatan yang digunakan untuk memperoleh, menganalisis dan menafsirkan data terhadap proses dan hasil belajar peserta didik secara sistematis dan berkesinambungan untuk dijadikan informasi dalam mengambil keputusan dinamakan penilaian.

2. Jenis-jenis Penilaian Autentik. Penilaian autentik melibatkan peserta didik dalam tugas-tugas autentik yang bermanfaat, penting dan bermakna dengan berbagai jenis penilaian. Menurut Rasyidin dan Mansur jenis-jenis penilaian autentik yaitu : penilaian kinerja, observasi dan pertanyaan, presentasi dan diskusi, proyek dan investigasi, portofolio dan jurnal (Rasyidin & Mansur, 2009). Hal serupa diungkapkan Abdul Majid dalam jenis-jenis penilaian autentik yang dijelaskan sebagai berikut (Majid, 2015) :

a. Penilaian Proyek. Penilaian proyek (project assessment) merupakan kegiatan penilaian terhadap tugas yang harus diselesaikan oleh peserta didik menurut periode/waktu tertentu. Penyelesaian tugas dimaksud berupa investigasi yang dilakukan oleh peserta didik, mulai dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan, analisis, dan penyajian data. Dengan demikian, penilaian proyek bersentuhan dengan aspek pemahaman, mengaplikasikan, penyelidikan, dan lain- lain. Selama mengerjakan sebuah proyek pembelajaran, peserta didik memperoleh kesempatan untuk mengaplikasikan sikap, keterampilan, dan pengetahuannya. Karena itu, pada setiap penilaian proyek, setidaknya ada tiga hal yang memerlukan perhatian khusus dari guru yakni : 

➢ Keterampilan peserta didik dalam memilih topik, mencari dan mengumpulkan data, mengolah dan menganalisis memberi makna atas informasi yang diperoleh, dan menulis laporan 
➢ Kesesuaian atau relevansi materi pembelajaran dengan pengembangan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang dibutuhkan oleh peserta didik  

➢ Originalitas atas keaslian sebuah proyek pembelajaran yang dikerjakan atau dihasilkan oleh peserta didik.  

Penilaian proyek berfokus pada perencanaan, pengerjaan, dan produk proyek. Dalam kaitan ini serial kegiatan yang harus dilakukan oleh guru meliputi penyusunan rancangan dan instrumen penilaian, pengumpulan data, analisis data, dan penyiapkan laporan.  Penilaian proyek dapat menggunakan instrumen daftar cek, skala penilaian, atau narasi. Laporan penilaian dapat dituangkan dalam bentuk poster atau tertulis. Hasil akhir dari sebuah proyek sangat mungkin memerlukan penilaian khusus. Penilaian produk dari sebuah proyek dimaksudkan untuk menilai kualitas dan bentuk hasil akhir secara holistik dan analitik. Penilaian secara analitik merujuk pada semua kriteria yang harus dipenuhi untuk menghasilkan produk tertentu. Penilaian secara holistik merujuk pada apresiasi atau kesan secara keseluruhan atas produk yang dihasilkan.
  
b) Penilaian Kinerja Penilaian kinerja adalah bentuk penilaian autentik dalam menilai kemampuan diri peserta didik. Untuk mengamati kinerja peserta didik dapat menggunakan alat atau instrument, seperti penilaian sikap, observasi perilaku, pertanyaan langsung, atau pertanyaan pribadi. Ada beberapa cara untuk merekam hasil penilaian berbasis kinerja yakni sebagai berikut (Rusman, 2017):  

➢ Daftar cek (checklist). Digunakan untuk mengetahui muncul atau tidaknya unsur- unsur tertentu dari indikator atau subindikator yang harus muncul dalam sebuah peristiwa atau tindakan. 

➢ Catatan anekdot/narasi (anecdotal/narative records). Digunakan dengan cara guru menulis laporan narasi tentang apa yang dilakukan oleh masing-masing peserta didik selama melakukan tindakan. Dari laporan tersebut, guru dapat menentukan seberapa baik peserta didik memenuhi standar yang ditetapkan 

➢ Skala penilaian (rating scale). Biasanya digunakan dengan menggunakan skala numerik berikut predikatnya. Misalnya: 5 = baik sekali, 4 = baik, 3 = cukup, 2 = kurang, 1 = kurang sekali. 

➢ Memori atau ingatan (memory approach). Digunakan oleh guru dengan cara mengamati peserta didik ketika melakukan sesuatu, dengan tanpa membuat catatan. Guru menggunakan informasi dari memorinya untuk menentukan apakah peserta didik sudah berhasil atau belum. 

➢ Rubrik. Alat pengukuran yang mempunyai skala atau poin yang tetap dan jelas untuk setiap kriteria penilaian. Sangat disarankan untuk menggunakan rubric yang mempunyai 4 poin skala (1-4) sehingga pemberian skor nilai tengah dapat dihindarkan (misalnya: skala 1-3).  

c) Penilaian Portofolio
Fokus penilaian portofolio adalah kumpulan karya peserta didik secara individu atau kelompok pada satu periode pembelajaran tertentu.  
Melalui penilaian portofolio guru akan mengetahui perkembangan atau kemajuan belajar peserta didik. Fokus tugas-tugas kegiatan pembelajaran dalam portofolio adalah pemecahan masalah, berpikir, dan pemahaman, menulis, komunikasi, dan pandangan peseta didik sendiri terhadap dirinya sebagai pembelajar. Contohnya peserta didik diminta melakukan survei mengenai potensi wisata di lingkungan daerah tempat tinggalnya.  

d) Jurnal
Jurnal merupakan tulisan yang dibuat peserta didik untuk menujukkan segala sesuatu yang telah dipelajari atau diperoleh dalam proses pembelajaran. Jurnal dapat digunakan untuk mencatat atau merangkum topik-topik pokok yang telah dipelajari, perasaan peserta didik dalam belajar mata pelajaran tertentu, kesulitan-kesulitan atau keberhasilan-keberhasilannya dalam menyelesaikan masalah atau topik pelajaran, dan catatan-catatan atau komentarnya tentang harapan-harapannya dalam proses aturan-aturan yang digunakan untuk menilai kinerja peserta didik. 

e) Penilaian tertulis
Meskipun konsepsi penilaian autentik muncul dari ketidakpuasaan terhadap tes tertulis yang lazim dilaksanakan pada era sebelumnya, penilaian tertulis atas hasil pembelajaran tetap lazim dilakukan. Penilaian tertulis merupakan tes di mana soal dan jawaban yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk tulisan. 

B. Rancangan Penilaian Dalam Pembelajaran Aqidah Akhlaq di MTs

Prosedur penilaian otentik dalam pelajaran akidah akhlak.

1) Cara yang harus diperhatikan dalam melakukan penilaian
• lihatlah kompetensi yang ingin dicapai pada kurikulum
• pilihlah alat penilaian yang sesuai dengan kompetensi yang akan di capai.
• ketika penilaian berlangsung, pertimbangkan kondisi anak
• penilaian dilakukan secara terpadu dengan KBM
• penilaian bisa dilakukan dalam suasana formal dan informal
• Petunjuk pelaksanaan penilaian harus jelas, gunakan bahasa yang mudah
dipahami
• kriteria penyekoran jelas sehingga tidak menimbulkan multitafsir
• gunakan berbagai bentuk dan alat untuk menilai beragam kompetensi
• lakukan rangkaian aktivitas penilaian melalui : pemberian tugas, Pr, ulangan, pengamatan, dan sebagainya 

2) Bentuk dan teknik yang bisa diterapkan dalam penilaian

• Penilaian kinerja (performance)
Penilaian kinerja adalah penilaian berdasarkan hasil pengamatan penilai terhadap aktivitas siswa sebagaimana yangterjadi. Penilaian ini biasanya digunakan untuk menilaikemampuan siswa dalam berpidato, pembacaan puisi, diskusi, pemecahan masalah, partisipasi siswa dalam diskusi, 

• penilaian penugasan (proyek/priject)
Penilaian penugasan atau proyek merupakan penilaian untuk mendapatkan gambaran kemampuan menyeluruh/umum secara kontekstual, mengenai kemampuan siswa dalam menerapkan konsep dan pemahaman mata pelajaran tertentu. Penilaian terhadapsuatu tugas yang mengandung investigasi harus selesai dalam waktu tertentu.  Investigasi dalam penugasan memuat tahapan : perencanaan, pengumpulan data, pengolahan data, dan penyajian data. 

• Penilaian hasil kerja (produk/product)
Penilaian hasil kerja atau produk merupakan penilaian kepada siswa dalam mengontrol proses dan pemanfaatan / menggunakan bahan untuk menghasilkan sesuatu, kerja praktik atau kualitas estetik dari suatu yang mereka produksi. FT : Masnur Muslih, KTSP Dasar Pemahaman dan Pengembangan, hlm. 80-85 

• penilaian tes
ada beberapa rumusan tentang tes, yakni antara lain yaitu :

➢ tes adalah suatu alat atau prosedur yang sistematis dan objektif untuk memperoleh data atau keterangan yang diinginkan tentang seseorang dgn cara yang tepat dan cepat. 

➢ tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan atau alat lain yang diinginkan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, kecerdasan, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok.
 
➢ tes adalah penilaian yang komprehensif terhadap seorang individu atau keseluruhan usaha evaluasi program. 

➢ tes adalah suatu percobaan yang diadakan untuk mengetahui ada tidaknya hasil hasil pelajaran tertentu pada seorang murid atau kelompok murid. Tes adalah merupakan alat atau prosedur yang digunakan. alat ini dapat berbentuk tugas atau suruhan yang harus dilaksanakan dan dapat pula berupa pertanyaan- pertanyaan atau soal yang harus dijawab. Adapun pelaksanaannya dapat dilaksanakan secara lisan maupun secara tertulis.
Penilaian secara tertulis dilakukan dengan tes tertulis. Tes tertulis merupakan tes di mana soal dan jawaban yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk tulisan. Dalam menjawab soal peserta didik tidak selalu merespon dalam bentuk menulis jawaban tetapi juga dapat dalam bentuk yang lain seperti memberi tanda, mewarnai, menggambarkan dan sebagainya.

Teknik penilaian tertulis.

Ada dua bentuk soal tes tertulis yaitu sebagai berikut :

➢ soal dengan memilih jawaban
• pilihan ganda
• dua pilihan (benar-salah, ya-tidak)
• menjodohkan

➢ soal dengan mensuplai jawaban
• isian atau melengkapi
• jawaban singkat atau pendek
• soal uraian

Tujuan penggunaan penilaian tertulis adalah sebagai berikut :
• mendiagnosis siswa (kekuatan dan kelemahan)
• menilai kemampuan siswa (keterampilan, pengetahuan dan sikap)
• memberikan bukti atas kemampuan yang telah dicapai
• untuk mengetahui keberhasilan pembelajaran yang telah dilakukan
• memonitoring standar pendidikan.

Dari berbagai alat penilaian tertulis, tes memilih jawaban benar-salah, isian singkat dan menjodohkan merupakan alat yang hanya menilai kemampuan berpikir rendah, yaitu kemampuan mengingat (pengetahuan). Tes pilihan ganda dapat digunakan untuk menilai kemampuan mengingat dan memahami. Pilihan ganda mempunyai kelemahan yaitu peserta didik tidak mengembangkan sendiri jawabannya, tetapi cenderung hanya memilih jawaban yang benar dan jika peserta didik tidak mengetahui jawaban yang benar maka peserta didik akan menerka. Hal ini menimbulkan kecenderungan peserta didik tidak belajar untuk memahami pelajaran, tetapi menghafalkan soal dan jawabannya. Alat penilaian ini kurang dianjurkan pemakaiannya dalam penilaian kelas karena tidak menggambarkan kemampuan peserta didik yang sesungguhnya. 
Tes tertulis bentuk uraian adalah alat penilaian yang menurut peserta didik untuk mengingat, memahami dan mengorganisasikan gagasannya atau hal yang sudah dipelajari dengan cara mengemukakan atau mengekspresikan gagasan tersebut dalam bentuk uraian tertulis dengan menggunakan kata-katanya sendiri. Alat ini dapat menilai berbagai jenis kemampuan misalnya Mengemukakan pendapat, berpikir logis dan menyimpulkan. Kelemahan alat ini antara lain cakupan materinya yang ditanyakan terbatas.  

C. Penerapan Penilaian Dalam Pembelajaran Aqidah Akhlaq di MTs

Menurut Anas Sudiijono (2011), evaluasi dapat dilaksanakan tepat pada waktu yang diharapkan dan hasilnya tepat guna dan tepat arah, perlu mengikuti langkah-langkah berikut ini: 

➢ Menyusun rencana evaluasi hasil belajar Perencanaan evaluasi hasil belajar itu umumnya mencakup: 

a. Merumuskan tujuan dilaksanakannya evaluasi. Hal ini disebabkan evaluasi tanpa tujuan maka akan berjalan tanpa arah dan mengakibatkan evaluasi menjadi kehilangan arti dan fungsinya. 

b. Menetapkan aspek-aspek yang akan dievaluasi, misalnya aspek kognitif, afektif atau psikomotorik.

c. Memilih dan menentukan teknik yang akan dipergunakan di dalam pelaksanaan evaluasi misalnya apakah menggunakan teknik tes atau non tes.  

d. Menyusun alat-alat pengukur yang dipergunakan dalam pengukuran dan penilaian hasil belajar peserta didik, seperti butir-butir soal tes. 

e. Menentukan tolok ukur, norma atau kriteria yang akan dijadikan pegangan atau patokan dalam memberikan interpretasi terhadap data hasil evaluasi. 

f. Menentukan frekuensi dari kegiatan evaluasi hasil belajar itu sendiri.

➢ Menghimpun data
Dalam evaluasi pembelajaran, wujud nyata dari kegiatan menghimpun data adalah melaksanakan pengukuran, misalnya dengan menyelenggarakan tes pembelajaran. 

➢ Melakukan verifikasi data
Verifiikasi data adalah proses penyaringan data sebelum diolah lebih lanjut.  Verifikasi bertujuan untuk memisahkan data yang dapat menjelaskan gambaran yang akan diperoleh mengenai peserta didik yang sedang dievaluasi dengan data yang tidak baik atau dapat mengaburkan gambaran yang akan diperoleh.  

➢ Mengolah dan menganalisis data
Mengolah dan menganalisis data bertujuan untuk memberikan makna terhadap data yang telah dihimpun dalam kegiatan evaluasi. Mengolah dan menganalisis data dapat dilakukan dengan menggunakan teknik statistik, misalnya dengan menyusun dan mengatur data lewat tabel grafik atau diagram, perhitungan rata-rata, standart deviasi, pengukuran korelasi, dsb. 

➢ Memberikan interpretasi dan menarik kesimpulan
Interpretasi merupakan verbalisasi makna yang terkandung dalam data yang telah mengalami pengolahan dan penganalisisan. Atas dasar interpretasi tersebut akan ditemukan kesimpulan yang mengacu kepada tujuan dilaksanakan evaluasi tersebut.

➢ Tidak lanjut hasil evaluasi
Dari hasil evaluasi yang telah disusun, diatur, diolah, dianalisis dan disimpulkan sehingga diketahui maknanya, maka elevator dapat mengambil keputusan atau merumuskan kebijakan yang perlu sebagai tindak lanjut dari kegiatan evaluasi tersebut.
Untuk mengetahui kompetensi peserta didik sebagai hasil pembelajaran Aqidah Akhlaq, perlu dilakukan penilaian dengan rambu-rambu sebagai berikut: 

1) Penilaian yang dilakukan meliputi penilaian kemajuan belajar dan penilaian hasil belajar peserta didik yang terdiri dari pengetahuan, sikap dan perilaku mereka. 

2) Penilaian kemajuan belajar merupakan pengumpulan informasi tentang kemajuan belajar peserta didik. Penilaian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemmpuan dasar yang dicapai peserta didik setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dalam kurun waktu, unit satuan, atau jenjang tertentu.  

3) Penilaian hasil belajar Aqidah Akhlaq adalah upaya pengumpulan informasi untuk menentukan tingkat penguasaan peserta didik terhadap suatu kompetensi meliputi : pengetahuan, sikap dan nilai. Penilaian hasil belajar ini dilakukan sepenuhnya oleh Madrasah yang bersangkutan. Hasil penilaian dijadikan sebagai pertimbangan utama dalam memasuki pembelajaran jenjang berikutnya. 

4) Penilaian hasil belajar Aqidah Akhlaq secara nasional dilakukan dengan mengacu kepada kompetensi dasar, hasil belajar, materi standar dan indikator yang telah ditetapkan di dalam Kurikulum Nasional. Penilaian tingkat nasional berfungsi untuk memperoleh informasi dan data tentang mutu hasil penyelenggaraan mata pelajaran Aqidah Akhlaq.

5) Teknik dan instrumen penilaian yang digunakan adalah yang dapat mengukur dengan tepat kemampuan dan usaha belajar peserta didik.  

6) Penilaian kognitif dapat dilakukan melalui tes dan non tes.

7) Pengukuran terhadap ranah afektif dapat dilakukan dengan menggunakan cara non tes, seperti skala penilaian, observasi dan wawancara. 

8) Penilaian terhadap ranah psikomotorik dengan tes perbuatan dengan menggunakan lembar pengamatan atau instrumen lainnya.

Selama ini penilaian hasil belajar masih lebih diacukan pada penilaian individual yang lebih menekankan pada aspek kognitif. Maka dalam kerangka ini seharusnya penilaian harus memberikan porsi yang sama dalam setiap ranah, baik ranah kognitif, ranah afektif, maupun ranah psikomotorik. Apalagi pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam khususnya Aqidah Akhlak yang seharusnya lebih menekankan pada ranah afektif, karena pada mata pelajaran Aqidah Akhlak tidak sekedar memahamkan materi kepada peserta didik, tetapi juga harus mampu diaplikasikan dalam perilaku kehidupan sehari-hari. Jadi penilaian itu tidak terelakkan kehadirannya dan karena sekolah mempunyai tugas untuk mendidik anak sebagai pribadi yang utuh, maka sasaran penilaian yang dikenakan terhadap para murid tidak hanya terbatas pada aspek intelektual (ranah kognitif) dan aspek keterampilannya (ranah psikomotorik) saja, melainkan juga pada aspek sikap hidupnya (ranah afektif).


Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAQAMAT DALAM TASAWUF : MA’RIFAT DAN RIDHO

MAKALAH MAQAMAT DALAM TASAWUF : TAUBAT DAN SABAR

MAQOMAT DALAM TASWUF : TAWAKAL DAN MAHABBAH